Disclaimer: I do not own anything, J.K. Rowling does.
Warnings: Super OOC parah, very cliché, cheesy, sappy, akhir tahun ketujuh.
Pairing: Draco Malfoy – Hermione Granger
Genre: Romance & Drama
Rated: T
II
Pagi itu suasana di Stasiun Hogsmeade sangat ramai, dipenuhi oleh anak-anak yang akan pulang ke rumah masing-masing untuk liburan musim panas. Hermione terlihat berdiri sendiri di tengah lautan anak-anak itu, sedang menjulurkan kepalanya untuk mencari seseorang. Gadis itu sedang mencari Draco, dia belum melihat pemuda itu sejak tadi pagi. Dia masih menjulurkan kepalanya ke segala penjuru stasiun ketika terdengar pengumuman bahwa lima menit lagi kereta akan berangkat. Dia mendesah kecewa sebelum akhirnya masuk ke dalam kereta. Tak ada gunanya mencari seseorang di tengah lautan manusia seperti ini. Paling tidak, dia masih bisa bertemu dengan pemuda itu di Kompartemen Ketua Murid nanti, pikirnya.
Dan dia harus mendesah kecewa sekali lagi ketika mendapati Kompartemen Ketua Muridnya masih kosong. Tak ada tanda-tanda keberadaan Draco di sana, bahkan koper pemuda itu pun tidak terlihat. Gadis itu menarik napas panjang sebelum membuka kopernya sendiri, mengambil salah satu buku bacaan ringan dan mulai membacanya sambil menunggu kedatangan Draco.
Hermione sudah membaca hampir setengah dari bukunya, dan kereta yang dia naiki juga sudah berada jauh meninggalkan Hogwarts, tetapi Draco masih belum terlihat juga. Gadis itu menggeliat untuk merenggangkan otot-ototnya yang terasa agak kaku akibat duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam. Dia bangkit berdiri, berniat untuk mencari Draco di kompartemen yang lain.
Gadis itu sudah hampir berada di ujung gerbong kereta, tetapi dia belum berhasil menemukan Draco. Dan dia mulai merasa cemas, tidak biasanya pemuda itu menghilang begitu saja tanpa memberi tahunya terlebih dahulu. Dia sudah melewati beberapa kompartemen berikutnya, dan akhirnya tersenyum lebar ketika mendengar suara Draco sedang berbicara dengan seseorang di salah satu kompartemen yang berada di bagian gerbong paling ujung. Dia menghampiri kompartemen itu, sudah akan membuka pintunya, ketika seluruh gerakan tubuhnya terhenti total. Tangannya yang memegang gagang pintu terasa membeku dan tidak bisa digerakkan sama sekali.






