RSS
Post Icon

Realization


Disclaimer: I do not own anything, J.K. Rowling does.
Warnings: OOC parah, cliché, kacau, alur kecepetan, post-Hogwarts.
Pairing: Draco Malfoy – Hermione Granger
Genre: Romance & Angst
Rated: T

Realization

Awal Juni, awal musim panas—salah satu musim favoritku. Well, sebenarnya ini bukan berita baru mengingat hampir semua orang memang menyukai musim panas—dan karena alasan yang sangat umum, kurasa. Kau bisa menikmati sinar matahari tanpa batas, memandang bunga-bunga yang bermekaran di sekelilingmu, atau bahkan berbaring di rerumputan di luar rumah pada malam hari. Tak melakukan apa pun, hanya berbaring diam di sana dan menatap langit malam—membebaskan imajinasimu yang paling liar sekali pun. Dan aku tidak bisa tidak tersenyum ketika membayangkan diriku sendiri melakukan semua hal itu. Aku menghela napas panjang, mungkin suatu hari nanti aku bisa melakukan hal itu. Bersamanya.
Aku menolehkan kepalaku ke sisi tempat tidur di sampingku, dan seperti yang sudah kuduga, seperti yang selalu terjadi di setiap malam ketika aku terjaga, aku mendapati sisi itu kosong. Hanya ada tumpukan bantal yang agak berantakan, menandakan ada seseorang yang pernah berbaring di atasnya selama beberapa saat. Dia pasti segera menyelinap keluar begitu aku mulai terlelap.
Aku masih berbaring diam tak bergerak selama beberapa menit berikutnya, hanya memandangi langit-langit kamar yang temaram dan mendengarkan suara detik jarum jam yang begitu jelas terdengar di keheningan kamar ini. Beberapa menit lagi berlalu, dan aku mulai merasa bosan. Mungkin tak ada salahnya keluar kamar untuk sekadar mencari suasana lain.
“Kau terbangun lagi?” tanya sebuah suara dari arah ruang duduk, mengejutkanku.
Well, aku tak pernah tahu bagaimana caranya dia bisa mengetahui keberadaanku seperti itu. Dia bahkan tak perlu menolehkan kepalanya dan melihat ke arahku untuk mengetahui bahwa aku berada di ruangan yang sama dengannya. Aku selalu berusaha meyakinkan diriku bahwa hal itu disebabkan karena dia memiliki ikatan batin denganku. Dan aku benar-benar berharap seperti itulah kenyataannya.
Aku tersenyum tipis sebelum berjalan menghampirinya. Dia sedang duduk menghadap perapian, menyandarkan kepalanya di sofa, dan memejamkan matanya rapat-rapat. Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya aku melihatnya dalam posisi seperti itu. Aku bahkan berani bertaruh dengan apa pun dan mengatakan bahwa dia selalu menyendiri di ruangan ini hampir setiap malam. Entah apa yang sedang dipikirkannya, aku tak pernah tahu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

The Destiny III


Disclaimer: I do not own anything, J.K. Rowling does.
Warnings: OOC parah, sinetroness, kacau, abal, aneh, gaje, post-Hogwarts.
Pairing: Draco Malfoy – Hermione Granger
Genre: Romance & Humor
Rated: T

III

Hermione belum memiliki kegiatan apa-apa hari ini. Ahirnya dia memutuskan untuk melewatkan hari ini dengan berjalan-jalan di sekitar Diagon Alley, mungkin hal itu bisa membantunya untuk melupakan masalahnya meskipun hanya sebentar. Dia bangkit dari kursinya, menghela napas. Sepertinya dia memang sering sekali menghela napas akhir-akhir ini.
Dia kembali ke kamarnya di lantai atas untuk berganti pakaian. Tak lama kemudian, dia sudah siap dan sudah akan ber-Apparate ketika dia merasa berjalan kaki ke Diagon Alley akan jauh lebih baik baginya. Lagi pula letak flatnya juga tidak terlalu jauh dari tempat itu. Dia menuruni tangga, dan setelah memastikan semua pintu flatnya terkunci, dia pergi menuju Diagon Alley.
‘Mungkin sebaiknya aku ke Flourish and Blotts saja,’ pikir Hermione dalam perjalanannya. Membaca selalu bisa mengalihkan perhatiannya. ‘Atau mungkin aku bisa ke Florean Fortescue, kudengar ada es krim rasa baru di sana. Aku bisa mencobanya,’ pikir Hermione lagi.
Akhirnya dia sampai di gerbang Diagon Alley. Dia mengeluarkan tongkatnya, dan mengetuk tembok batu yang merupakan gerbang menuju Diagon Alley sebanyak tiga kali. Gerbang itu membuka, dan dia segera melangkah masuk ke dalamnya.
Hari itu cuaca agak mendung. Tapi London memang hampir selalu berkabut setiap harinya, bahkan di musim panas sekali pun. Hermione memandang sekelilingnya, banyak sekali yang sudah berubah sejak dia menginjakkan kakinya untuk yang pertama kali di tempat itu. Banyak toko-toko baru bermunculan di sana-sini, dan sepertinya semakin hari tempat itu semakin ramai saja. Kejatuhan Voldemort memang banyak membawa hal-hal baru, hal-hal yang lebih baik tentunya.
“Hermione,” panggil seseorang dari belakangnya. Dia menoleh untuk melihat orang yang dipanggilnya, dan tersenyum lebar ketika dia mengenali orang itu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS