RSS
Post Icon

Always IV


IV
 
“Aku mencintaimu, Mione. Dan selama aku masih bernapas, aku akan tetap selalu mencintaimu. Aku akan melakukan apa pun untuk melindungimu. Apa pun.”
Hermione tersenyum getir ketika kata-kata itu kembali terngiang di kedua telinganya. Sudah berapa lama waktu berlalu sejak dia mendengar kata-kata itu terucap dengan manisnya? Sudah berapa malam waktu yang dia habiskan untuk mempertanyakan kebenaran kata-kata itu? Tak terhitung lagi.
Wanita itu melipat lengannya di depan dadanya, menghela napas panjang. Dia menatap langit malam yang gelap, tak terlihat satu bintang pun di sana seperti malam-malam yang lain. Malam yang hampir selalu dia habiskan dengan duduk menyendiri di depan pintu rumahnya. Menikmati hembusan angin malam yang menerpa wajahnya dengan lembut. Sebuah ketenangan yang hanya bisa ditawarkan oleh waktu di malam hari.
“Sudah malam, Hermione,” kata sebuah suara dari belakangnya.
Hermione tidak perlu menoleh untuk mengetahui pemilik suara itu. “Sebentar lagi, Harry.”
Harry tidak berkata apa-apa lagi. Tetapi Hermione bisa mendengar langkah-langkah kaki yang berjalan mendekatinya. Dan tak lama kemudian, dia sudah bisa merasakan kehadiran pria itu duduk di sebelahnya.
“Aku mencemaskanmu,” kata Harry.
“Aku baik-baik saja,” jawab Hermione. “Lagi pula, aku memang selalu melakukan ini setiap malam, kan?”
“Memandang langit malam tanpa berkedip?” tanya Harry agak terkekeh.
“Memandang bintang, sebenarnya,” jawab Hermione.
“Rasi bintang apa yang kau pandang, Hermione?”
Hermione tidak menjawab. Dia hanya menghela napas panjang.
“Kau merindukannya,” kata Harry lirih. Itu bukan pertanyaan.
“Maafkan aku, Harry,” jawab Hermione sambil menundukkan kepalanya.
“Sedalam itukah?” tanya Harry, menatap Hermione.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS