Disclaimer: I do not own anything, J.K. Rowling does.
Warnings: Super OOC parah, very cliché, cheesy, sappy, akhir tahun ketujuh.
Pairing: Draco Malfoy – Hermione Granger
Genre: Romance & Humor
Rated: T
Always
Akhir bulan Juni, awal memasuki musim panas―musim di mana matahari mulai bersinar hangat. Tetapi entah bagaimana, malam ini suasana terasa sangat dingin dan hening. Tak terdengar suara apa pun di tempat itu. Hanya suara angin malam yang berhembus perlahan menabrak kaca-kaca jendela, serta suara binatang-binatang malam di kejauhan yang terdengar di telinga Draco.
Pemuda itu sedang duduk di tepi ranjang, mengamati seorang gadis berambut cokelat yang tertidur dengan sangat pulas. Dia tersenyum kecil ketika melihat wajah gadis itu, wajah yang begitu tenang dan damai, yang juga bisa selalu membuatnya merasa tenang dan damai setiap kali dia melihatnya. Dia tak tahu sejak kapan dia memiliki kebiasaan memperhatikan gadis itu di saat sedang tertidur di malam hari. Yang dia tahu, dia memang suka melakukannya. Melihat pergerakan napas kehidupan di dadanya, mengamati rambut cokelatnya yang terurai di atas bantal, memandangi bibir tipisnya yang mengulas sebuah senyum kecil, atau hanya sekadar memperhatikan matanya yang terpejam. Kesempurnaan yang paling indah baginya. Betapa dia sangat mengagumi dan ingin memiliki semua itu untuk selamanya.
Dia menghela napas panjang sebelum mengulurkan tangannya untuk membelai rambut cokelat itu―salah satu kegiatan favoritnya selama beberapa bulan terakhir ini. Dia menghentikan gerakan tangannya ketika menyadari kelopak mata itu membuka, dan sebuah bola mata cokelat paling manis yang pernah dia lihat balas memandangnya.
“Draco?” tanya Hermione bingung.
“Apa aku sudah membuatmu terbangun?” tanya Draco.
“Kau belum tidur?” tanya Hermione lagi.
Draco tidak menjawab, dia hanya mengangkat bahunya. Gadis itu melirik jam yang tergantung di salah satu dinding kamarnya. Jarum jam itu sudah menunjukkan lewat tengah malam. Dia mengerutkan dahinya sebelum bangkit dari posisi tidurnya, dan duduk di sebelah pemuda itu.
Dia meletakkan kepalanya di bahu pemuda itu. Di saat-saat seperti ini, dia akan membiarkan dirinya percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja, bahwa semuanya akan selalu seperti ini, bahwa semuanya akan selalu sempurna. Dan dia sering bertanya pada dirinya sendiri, apakah ada kebahagiaan yang berlangsung selamanya seperti yang dia rasakan sekarang?






