RSS
Post Icon

In His Dream

Disclaimer: I do not own anything, J.K. Rowling does.
Warnings: OOC parah, cliché, kacau, alur kecepetan, post-Hogwarts.
Pairing: Draco Malfoy – Hermione Granger
Genre: Romance & Angst
Rated: T

In His Dream

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Draco ketika dia melihat gadis yang sedang duduk di sampingnya tiba-tiba tersenyum tanpa alasan.
“Tidak ada,” jawab gadis itu ringan.
Draco mengerutkan dahinya. “Kau berbohong.”
Gadis itu menghela napas panjang. Tidak mengatakan apa-apa. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Draco. Suasana hening, tak ada suara sama sekali. Hanya suara detik jarum jam yang terdengar perlahan memenuhi ruangan itu.
“Mione?” panggil Draco sambil menyelipkan sejuntai anak rambut ke belakang telinga gadis itu. Dan dia melakukan hal itu hanya agar dia memiliki alasan untuk bisa menyentuh pipi gadis itu.
“Tak ada gunanya aku membohongimu, Draco. Kau juga akan segera mengetahuinya kalau aku mencoba untuk melakukan itu,” jawab Hermione santai.
Draco menyeringai. “Well, aku senang kau menyadari kelemahanmu yang satu itu. Karena kau memang pembohong yang sangat buruk, Granger. Jadi jangan pernah mencoba untuk membohongiku.”
Hermione memutar bola matanya. “Kalau kau mengetahui hal itu, kenapa kau masih saja menuduhku berbohong?”
“Aku tidak menuduh begitu,” bantah Draco.
“Jadi?” tanya Hermione.
“Aku hanya mengira,” kata Draco tak bisa menyembunyikan senyum jahilnya.
“Memangnya apa perbedaan antara menuduh dan mengira?” tanya Hermione sambil mendengus.
“Kenapa tidak kau tanyakan pada dirimu sendiri saja? Kukira kau mengetahui segalanya?”
“Aku serius, Draco,” kata Hermione mulai kesal.
“Dan kau pikir aku tidak serius?” Draco balik bertanya.
“Ugh, kurasa pembicaraan ini tidak akan pernah berakhir.”
Draco tersenyum kecil. “Aku memang tidak pernah menginginkan semua ini berakhir.”
Hermione diam. Dia mengangkat kepalanya yang sejak tadi disandarkan di bahu Draco, dan menatap mata kelabu pemuda itu. Gadis itu tersenyum sedih, membuat senyum kecil yang terhias di wajah Draco menghilang secara perlahan. Pemuda itu meletakkan kedua tangannya di pipi Hermione, menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dibaca.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

The Destiny II


Disclaimer: I do not own anything, J.K. Rowling does.
Warnings: OOC parah, sinetroness, kacau, abal, aneh, gaje, post-Hogwarts.
Pairing: Draco Malfoy – Hermione Granger
Genre: Romance & Humor
Rated: T

II

Hermione bangun dari tidurnya merasa sangat pusing. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum berjalan terhuyung-huyung menuju kamar mandi. Kepalanya terasa sangat berat dan perutnya agak mual. Dia teringat peristiwa tadi malam, dan mengerang. Akhirnya dia memutuskan untuk tidak akan pernah menyentuh alkohol lagi sepanjang sisa hidupnya.
Semalam dia pasti mabuk berat sampai tak bisa mengingat apa pun kecuali bagian ketika dia merenggut gelas Wiski Api Harry dan meminum isinya sampai habis. Setelah itu semuanya terasa gelap dan dia tak bisa mengingat apa-apa lagi. Dia bahkan tak tahu bagaimana dia bisa kembali ke flatnya. ‘Pasti Harry yang mengantarku pulang,’ pikirnya.
Dia keluar dari kamar mandi dan merasa jauh lebih baik. Dia mengamati pakaiannya dan menyadari bahwa dia masih mengenakan pakaian yang sama dengan pakaian yang dikenakannya tadi malam di Leaky Cauldron. Dia menghela napas, dan memutuskan untuk berendam air hangat.
Beberapa waktu kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang jauh lebih segar dan turun menuju dapur. Aroma makanan segera menyerbu hidungnya ketika dia memasuki dapur.
“Pagi, Hermione,” kata Harry yang sedang duduk dengan santai di salah satu meja makannya, menikmati secangkir kopi sambil membaca Harian Prophet. “Kopi?”
“Harry?” tanya Hermione terkejut.
“Yeah, aku.”
“Apa yang kau lakukan di dapurku?”
“Membuatkan sarapan untukmu?”
Hermione mengedarkan pandangannya ke meja makan. Benar saja, di meja makan sudah tersaji telur dan sosis goreng. Bahkan ada setumpuk roti panggang yang masih hangat. Pantas saja tadi dia mencium aroma makanan. Hermione tersenyum dan mengambil tempat duduk di hadapan Harry. Kalau ada keuntungan tinggal bersama keluarga Dursley―itu adalah kemampuan Harry untuk bisa memasak.
Hermione mengambil piring dan mulai makan. “Er―trims, Harry. Tapi maksudku, apa yang kau lakukan sepagi ini di dapurku? Dan bukankah seharusnya kau mengikuti pelatihan Auror?”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS